Kanvas Dan Sajak

Kanvas Dan Sajak

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 27, 2025
Judul: Kanvas dan Sajak Deskripsi: Nalendra Zavier Akhtar(Nalen) laki-laki asal Bandung ,seorang pelukis yang lebih suka mengungkapkan perasaannya lewat warna, dan carlynne aurora velyncia(Rora) wanita blasteran Korea-Australia, seorang sastrawan yang merangkai makna melalui kata-kata, bertemu secara tak sengaja di sebuah kafe kecil di Bandung. Pertemuan yang awalnya sekadar obrolan ringan perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam-sebuah ketertarikan yang sulit mereka abaikan. Namun, di balik keindahan interaksi mereka, ada batas yang tak terlihat: perbedaan keyakinan yang bisa menjadi jurang di antara mereka. Seiring waktu, mereka semakin terhubung lewat seni dan sastra, berbagi mimpi dan pemikiran, tetapi juga mulai menyadari bahwa cinta tidak selalu mudah. Mampukah warna dan kata menyatukan mereka, atau justru akan menjadi dinding yang memisahkan? "Kanvas dan Sajak" adalah kisah tentang cinta yang diuji oleh perbedaan, tentang dua hati yang ingin menyatu, tetapi mungkin tak ditakdirkan untuk bersama.
All Rights Reserved
#226
rora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines