Take Me Home

Take Me Home

  • WpView
    LECTURAS 6,676
  • WpVote
    Votos 4,067
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 28, 2026
Cinta itu malapetaka, itu menurut Leona. Kata orang cinta itu indah, begitu pun menurut buku yang ia baca. Namun, Leona masih memegang teguh kepercayaan dirinya yang menyatakan bahwa cinta itu awal dari kelemahan dan kehancuran seseorang. Selama 24 tahun Leona hidup, dirinya berhasil memegang teguh prinsip untuk tidak terlena dengan cinta. Tetapi sampai kapan Leona bertahan dengan prinsip yang ia buat?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BECAUSE NOONA
  • The Fear of Love
  • SELAKSA CINTA
  • Semesta
  • Cinta atau Dusta [JENRINA x JENSELLE]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Di culik jodoh
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido