TRAUMA NOTES

TRAUMA NOTES

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2025
Bukankah bunga juga perlu waktu untuk mekar? Yang pastinya kita harus menjaga, merawat, menyirami bahkan memberi pupuj agar bunga itu bisa bertahan hidup dan mekar sesuai keinginan kita. Begitu juga dengan seorang anak. Anak kecil yang jadi harapan terakhir orang tuanya. Anak kecil yang dituntut dewasa sebelum waktunya. Bahkan dia mengalami kejadian-kejadian buruk dimasa kecilnya yang masih membekas sampai saat ini. Tapi semua kekerasan, semua hinaan, semua orang yang menyepelekan dia terima. Lantas pada siapa dia akan mengeluh? Pada siapa dia akan bercerita? Yang difikirannya hanyalah ketakutan. Rumah memang kadang jadi tempat ternyaman buat dia. Tapi terkadang rumah jadi tempat neraka juga buat dia di masa kecilnya. Pengen tau gimana kelanjutannya? Stay tuned terus yaa. Support akun ini terus readers. Maaf kalo kosakata nya emang belum sebanyak dan seperfect itu tapi author bakalan terus belajar ko xixi. Salam sayang buat kalian dimanapun berada🫶
All Rights Reserved
#720
alea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEENA'S LIFE
  • Rain of Lies (End)
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Aku Yang Tidak Diinginkan
  • Semu [Completed]
  • Let Me Love You Longer
  • ALEAGRA [END]
  • Raihan dan Naura [END]
  • MOM ALANA
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat

Keluarga adalah rumah. Begitu menurut kebanyakan orang, ia bisa menjadi tempat bernaung dikala hati dan pikiran penuh dengan hiruk pikuk penatnya kehidupan dunia luar. Tempat dimana bisa membuat suasana diri menjadi damai terkendali. Tapi tidak menurut Aleena Afrilya Putri, gadis remaja yang baru memasuki usia 17 tahun. Ia mendefinisikan keluarga sebagai sebuah ketakutan dan trauma. Dengan usia yang masih belia. Ia telah menelan pahitnya kehidupan. Keluarga utuh yang pernah ia rasakan pada masa itu, kini hilang arah. Rumah yang seharusnya sebagai tempat bernaung, tempat ia merasa aman dan terlindungi kini telah sirna. Akankah ia sempurna meniti tangga kehidupannya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines