Serpihan hati [On Going]

Serpihan hati [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 18, 2025
"Sha, dengerin aku baik-baik okay? lu terima dulu perjodohan ini. setelah itu aku balik kalo udah sukses, aku janji." kata lelaki memegang pundak, kekasih nya. "Faresta, kalo aku ada rasa dengan nya gimana? terus kamu, sama si-" "Shahinaz Zerrin Johara, kalo kamu emang udah ada rasa sama dia. aku rela, aku ikhlas. Tapi kamu harus ingat terus, hati ku memilih mu sampai kapan pun itu. jika semua nya kamu lelah berlari lah ke aku, kamu berhak bahagia." sela Faresta cepat Shahinaz memeluk tubuh kekar kekasih nya, kenapa tuhan begitu jahat gak membuat mereka bertakdir bersama? Faresta sakit hati mendengar isak'kan yang keluar dari bibir kekasih mungil nya. "Sha, aku berjanji. satu tahun akan kembali, aku tunjukkan kepada mereka kalo aku pantas untuk mu." batin Faresta mengusap lembut, surai rambut Shahinaz
Todos los derechos reservados
#13
ahliwaris
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dusk In Your Eyes
  • Hello!! my Husband [END]
  • KHAZARA (On Going)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Cinta Yang Hilang (On Going)
  • tentang sebuah rasa

Pernah mengenalmu dalam hidupku adalah anugerah. Menjadi dekat dengan mu adalah keajaiban. Di cintai lelaki seperti mu adalah keberuntungan. Puncak kebahagiaan ku adalah, ketika aku tahu bahwa esok hari kamu masih berpijak di bumi dan tetap menjadi milikku. 🌼 🌼 🌼 "Keinginan mu bukan? Baik, sekarang ini akan ku lepas, jangan salahkan aku, jika aku menemukan mu lagi kelak, tak akan ku lepas kau semudah itu." Sang gadis mengusap kasar pipinya yang berlinang air mata. Bukankah ini kemauan nya? Akhirnya di lepaskan dari kengkangan kehidupan ganas. Lalu, mengapa melangkah menjauh seakan salah? Gadis itu mengangguk, mencoba meyakinkan diri sendiri, "Tentu, aku rasa aku akan lebih bahagia sekarang. Selamat tinggal, terimakasih semuanya, jika saja ada yang bisa aku kembalikan, akan ku lakukan." "Bukan selamat tinggal, sampai jumpa kembali." Sebelum sang gadis kembali menyela, lelaki itu cepat-cepat buka suara, "Aku akan menemukan mu lagi." Mendengar hal itu, gadis putih itu tersenyum lembut, "Semoga." 🍂 🍂 🍂

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido