Story cover for "Fragments"   by BeLLisPerennis07
"Fragments"
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 17, 2025
_Kesepian itu seperti angin malam yang dinginnya meresap sampai ke tulang. Kau tak bisa melihatnya, tapi kau tahu ia selalu ada, membuntutimu, membekapmu perlahan._  

"Aku tak pernah benar-benar mengerti, bagaimana rasanya memiliki rumah... atau keluarga yang menunggumu pulang. Bagiku, rumah hanyalah persinggahan sementara, dan keluarga? Hanya sekumpulan nama di akta kelahiran. Tapi anehnya, aku masih berharap seseorang akan melihatku, setidaknya sekali, dengan cara aku selalu melihat mereka."  

Aileen menatap kosong ke arah langit senja yang mulai meredup, membiarkan pikirannya melayang ke satu nama. Gavriel. Nama yang bagaikan mantra, memberi kehangatan di tengah hidupnya yang beku.  

Namun kini, kehangatan itu pergi, meninggalkan ruang yang lebih kosong dari sebelumnya. Dia tak pernah memberi alasan, tak pernah menjelaskan, hanya pergi begitu saja, membiarkan Aileen menggenggam bayangannya yang perlahan memudar.  

"Kenapa kau menjauh, Gavriel? Apa aku terlalu hancur untuk dilihat?"
All Rights Reserved
Sign up to add "Fragments" to your library and receive updates
or
#304highshcool
Content Guidelines
You may also like
She's In The Rain; Jung Eunha by nahira_almasyh
24 parts Ongoing
[ON GOING-STILL UPDATING!!] ⚠️DISCLAIMER⚠️Cerita ini berisi kisah Dark Romance, Bacalah dengan bijak, siapkan hati yang kuat dan jangan salahkan penulis jika setelah ini kamu termenung terlalu lama memandangi langit. •----• Hujan adalah satu-satunya tempat di mana seorang Jung Eunha bisa mengatakan dengan jujur tentang semua luka-lukanya. Air yang jatuh dari langit selalu berhasil menyembunyikan air matanya, dan suara gemuruhnya akan menenggelamkan jeritan hatinya. Tapi ironisnya, semakin ia bergantung pada hujan, semakin ia tenggelam dalam kesendirian. Di mata orang-orang, Eunha hanyalah seorang gadis pendiam biasa. Tapi bagi dirinya sendiri, ia merupakan 'alien' yang terdampar di tengah lautan manusia, berpura-pura menjadi bagian dari hiruk-pikuk dunia yang terasa begitu asing untuknya. Ia menjalani perannya sebagai 'alien' yang berusaha menyatu dengan mereka-tersenyum ketika mereka tersenyum, tertawa saat mereka tertawa, meskipun dalam hatinya ada kehampaan yang tak terlukiskan. Namun, seiring bertambahnya luka yang ia simpan, semakin dirinya kehilangan arah. Siapa sebenarnya dirinya? Untuk apa ia terus bertahan? Hingga suatu hari, seseorang yang tak terduga datang, seseorang yang tidak tertipu oleh hujan yang selama ini menjadi tamengnya. Akankah dia bisa membantu Eunha menemukan tempat di mana ia bisa tertawa dengan lega? Ataukah ia akan terus menjadi sosok yang hilang dalam hujan-terlihat, tapi tak pernah benar-benar ada? Inspired by : The Rosè - She's in The Rain
 HAZELA || REVISI!! by sweedzz_
24 parts Complete
Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."
Dua cangkir satu Meja  by byjulieeeee
53 parts Complete
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
You may also like
Slide 1 of 9
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
»The Love Behind Secrets!  cover
She's In The Rain; Jung Eunha cover
 HAZELA || REVISI!! cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Take A Break cover
GRIZLEN {On Going} cover
Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?  cover
Dua cangkir satu Meja  cover

Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

16 parts Complete

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.