"Fragments"

"Fragments"

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
_Kesepian itu seperti angin malam yang dinginnya meresap sampai ke tulang. Kau tak bisa melihatnya, tapi kau tahu ia selalu ada, membuntutimu, membekapmu perlahan._ "Aku tak pernah benar-benar mengerti, bagaimana rasanya memiliki rumah... atau keluarga yang menunggumu pulang. Bagiku, rumah hanyalah persinggahan sementara, dan keluarga? Hanya sekumpulan nama di akta kelahiran. Tapi anehnya, aku masih berharap seseorang akan melihatku, setidaknya sekali, dengan cara aku selalu melihat mereka." Aileen menatap kosong ke arah langit senja yang mulai meredup, membiarkan pikirannya melayang ke satu nama. Gavriel. Nama yang bagaikan mantra, memberi kehangatan di tengah hidupnya yang beku. Namun kini, kehangatan itu pergi, meninggalkan ruang yang lebih kosong dari sebelumnya. Dia tak pernah memberi alasan, tak pernah menjelaskan, hanya pergi begitu saja, membiarkan Aileen menggenggam bayangannya yang perlahan memudar. "Kenapa kau menjauh, Gavriel? Apa aku terlalu hancur untuk dilihat?"
All Rights Reserved
#100
penerbit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • »The Love Behind Secrets!
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • Ex or New? [REVISI]
  • Winter
  •  HAZELA
  • Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Dua cangkir satu Meja

~ Cinta di Balik Misteri. Adalah bayangan yang berjalan bersisian dengan malam. Ia tak pernah benar-benar terlihat, namun terasa menusuk hingga ke relung jiwa. Ia lahir dari keheningan yang tak wajar, dari rahasia yang sengaja tak diungkapkan, dan dari tatapan yang menolak banyak bicara, tapi menyimpan ribuan pertanda. Bukan kata cinta yang diumbar, melainkan jeda panjang, dalam penuh makna yang menyelinap seperti bisikan di balik dinding gelap. Cinta ini bukan pelukan hangat, namun langkah pelan yang mengikuti dari kejauhan, hadir dalam mimpi-mimpi, dan muncul saat kenyataan mulai retak. Sebuah ketertarikan yang tak bisa dijelaskan secara logika, hanya bisa dirasa. Seperti cahaya samar di ujung lorong gelap, yang entah akan menuntun, atau justru menyesatkan. ~ Cinta ini bukan tentang rasa nyaman. Namun tentang waspada, tentang detak jantung yang berpacu cepat bukan karena senang, tapi karena firasat. Dan saat dunia mulai mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya.. Cinta itu tetap diam. Berdiri di balik tirai Misteri, tersenyum samar, dan menunggu waktu untuk membuka siapa yang sebenarnya memegang kendali. -Kirana Aileen Inara. @anaalovely4

More details
WpActionLinkContent Guidelines