Graves selalu mendapatkan apa yang ia mau, meskipun itu berarti menghancurkan orang lain. Namun, segalanya berubah saat keluarganya mengadopsi Theron, seorang anak laki-laki dari keluarga musuh mereka.
Di bawah bayang-bayang kemewahan dan kekuasaan, tersimpan rahasia, dendam, dan perasaan yang tidak terduga. Saat batas antara kebencian dan cinta mulai kabur, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam permainan ini?
Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku.
Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial.
Tapi suatu hari, semuanya berubah.
Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda.
Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung?
Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan.
Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?