Pengadilan Tanpa Saksi

Pengadilan Tanpa Saksi

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2025
Sebuah kota kecil di Jawa Timur mendadak diguncang oleh serangkaian pembunuhan sadis yang brutal dan penuh teka-teki. Setiap korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, luka tusukan di mana-mana, dan yang paling mengerikan, pesan misterius yang ditulis dengan darah di dekat jasad korban. Pesan-pesan itu bukan sekadar coretan. Setiap kalimat seolah menjadi bagian dari sebuah teka-teki besar yang mengarah pada sesuatu yang jauh lebih kelam. Polisi dibuat lumpuh, saksi tak pernah muncul, dan bukti-bukti seakan sengaja dihapuskan. Jaka Wiratama, perwira muda yang baru saja ditugaskan di kota itu, terpaksa terjun langsung ke dalam pusaran kasus mengerikan ini. Bersama tim Reskrim, ia berusaha mengurai benang kusut di balik rentetan pembunuhan yang tak berjejak. Setiap pesan berdarah yang ditinggalkan adalah sindiran terhadap hukum, pengadilan, dan keadilan itu sendiri. Dalam kota yang mulai diliputi ketakutan, Jaka harus berpacu dengan waktu. Tanpa saksi, tanpa bukti, dan tanpa petunjuk yang jelas, mampukah ia mengungkap identitas sang pembunuh sebelum korban berikutnya jatuh? Atau justru, sistem hukum itu sendirilah yang sedang diadili?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red String
  • Atas Nama Trauma
  • Dormant [BL]
  • Bayang Tebing Watu Jaran
  • The File : Scarlet Prison
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • [✓] U TAKE MY EVERYTHING; Stay Alive (TaeKook) (SELESAI)
  • [END] High School of Mystery: Cinereous Case
  • DOSA DIAM

[Mature] Setiap hari mata biru sejernih lautan memandang merah panas api neraka di bumi dari balik dinding. Suara lolongan manusia meminta tolong terdengar kencang di telinga si wanita berambut emas, namun sunyi di telinga mereka para kaum aristokrat. Mereka yang tidak takut hukuman, karma, bahkan kematian. Menyembunyikan dosa di dalam kabut, mereka menutup rapat peti hukuman. Seorang jenderal, pelukis, pendengar, pembunuh, pelacur, pendendam, dan bangsawan. Berkumpul untuk menjadi pion yang membawa rahasia si mata biru hingga mati. Bergerak sebagai pion, berpikir seperti raja. Menghukum mereka yang tercatat di kertas kematian. Di dunia berdarah ini, yang hanya mengenal penindasan. Seseorang menghancurkan jiwanya untuk melindungi mereka. Pengorbanan tanpa nama untuk tujuannya sebelum ajal menjemput. Menarik semua garis merah, penulis skenario, menebak kemungkinan yang terjadi besok, dia menciptakan revolusi kegelapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines