kedamaian

kedamaian

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2025
Di sebuah desa kecil bernama Sumber Hening, hidup seorang pemuda bernama Arya. Ia dikenal sebagai sosok pendiam namun memiliki hati yang tulus. Desa itu terkenal dengan lingkungannya yang damai, namun kehidupan Arya tidak seindah namanya. Ayahnya telah tiada sejak Arya masih kecil, dan ibunya yang sakit-sakitan membuatnya harus bekerja keras sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • arata
  • DIMAS : Jejak Impian
  • Waria di Sepanjang Hidup
  • Pelukan Untuk Aira
  • Love in the Little Moments
  • Hati yang pernah luka
  • Someone Love Me (END)
  • Figuran In Novel -End

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines