Turns on 18

Turns on 18

  • WpView
    Odsłon 156
  • WpVote
    Głosy 33
  • WpPart
    Części 6
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., mar 9, 2025
WpInfo
Fikcja
Romans
Anin, seorang gadis remaja yang nekad kabur dari kekangan orang tuanya, dan memilih melanjutkan pendidikannya di sebuah sekolah kuliner di Singapura. Sang ibu tak berhasil meyakinkan Anin untuk kembali. Namun, Rayes ─anak dari majikan sang bude, yang berhasil membawanya pulang tanpa perlawanan. Rayes, membawanya ke sebuah tempat yang tak Anin sangka sebelumnya. Lantas, tempat apakah yg sebenarnya disiapkan Rayes untuk Anin? Clingy-nya ngalahin pacar. Cemburunya ugal-ugalan. Posesifnya nggak ketulungan. Yakin mau "kakak-adikan" doang?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#8
littlesister
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Don't Talk About Money
  • Sunyi yang Menyatukan
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Zero
  • CHAOS PREMIUM!
  • F A K E ? [End]
  • Keluarga Cemara-Cemaraan
  • Rembulan Yang Tertinggal Di Wajahmu (Tamat)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści