Tanah Hindia, 1850

Tanah Hindia, 1850

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 19, 2025
Di tengah kolonialisme Belanda pada tahun 1850, Letnan Muda Baron Van Djik berani mengkritik sistem tanam paksa dan monopoli perdagangan yang jelas-jelas merugikan rakyat pribumi. Bersama Dirk Van der Laan dan Rudolf Van den Bosch, Baron menulis artikel-artikel kritik yang memicu perdebatan di kalangan bangsa Eropa. Namun, ketika identitasnya terkuak, Baron dihukum pengasingan serta pencabutan pangkatnya. Apakah perlawanan gerilya dan sabotase Baron bersama rakyat pribumi dapat mengguncang kekuasaan Belanda? ★ Karena cerita ini mengambil di berbagai sudut pandang, alangkah baiknya pembaca berusia 18+ untuk menghindari stereotip dan generalisasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • The Palace Stewardess
  • Asmaranala
  • SUAMI KAISAR
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • Duchess of Valtor
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines