ADRIAN THE OF OBSESSION

ADRIAN THE OF OBSESSION

  • WpView
    LECTURAS 6,513
  • WpVote
    Votos 348
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 25, 2025
Clara merasa otaknya mulai berputar, mencoba memahami kata-kata Adrian yang terasa ambigu. "Apa kamu bilang? Sejak lama? Kamu sudah mengawasi aku?" Tiba-tiba, Raka melangkah maju, menatap Adrian dengan penuh tekad. "Cukup! Aku nggak tahu apa yang terjadi, tapi kalau kamu nggak berhenti, aku akan membuat kamu menyesal." Namun, kata-kata itu seolah tidak mempan bagi Adrian. "Kamu akan menyesal, Raka. Karena aku tidak bisa membiarkan siapapun mengancam apa yang sudah aku bangun untuk Clara." Diawasi oleh stalker bahkan sudah menikahinya secara diam-diam selama dua tahun? Memiliki banyak mimpi adalah impian masa depan yang Clara inginkan, namun hidupnya selalu dikengkang oleh sang Ayah sejak kecil. Bahkan tidak pernah terlintas dipikirannya untuk menikah, meskipun sahabatnya sudah menyukainya sejak lama.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Prenuptial Agreement
  • Miss You Love
  • Double'A Season 2
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Virtual distancing
  • Kamu

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido