because

because

  • WpView
    Reads 23,784
  • WpVote
    Votes 2,435
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 29, 2025
Karena terlalu larut dengan kesedihan karena istrinya yang meninggalkan nya selamanya, Giovani Arkantara kerap dipanggil Gio. Dia menjadi mengabaikan ketiga anak nya yang harus nya membutuhkan kasih sayang nya. Di akhir hidup nya, dia menyesal telah mengabaikan ketiga anak nya. Dia menyesal. ... Dan saat itu juga, Gio kembali ke masa 10 tahun yang lalu. Di mana masa itulah ketiga anak nya sedang berusaha mencari perhatian padanya. Tapi entah mengapa makin lama, ketiga anak nya menjadi semakin posesif pada dirinya? ---------- Jangan lupa vote dan follow! Hanya cerita karangan saja. Bukan BL.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diagonal Hati
  • Sweet Dreams, Sweetheart! [END]
  • Sang Pemilik Hati (SELESAI)
  • Angkasa [ END ]
  • Second Life : Ersya
  • Posesif Brothers👧👦👱👨🙇 ( End )
  • Secret Brothers [SEVENTEEN]
  • Dunia Andrean Smith(On Going)
  • We are you brother

▪︎▪︎ POSSESSIVE SERIES [5] ▪︎▪︎ ================================== Gibran tidak menyangka, kehadiran dirinya sebagai narasumber sebuah seminar akan membuatnya bertemu dengan Nasha. Parahnya Gibran langsung jatuh hati saat itu juga pada Nasha. Nasha yang lebih memilih tidur daripada memerhatikan wajah tampan Gibran membuat Gibran tertarik. Di detik itu juga Gibran memantapkan hati untuk meminang Nasha dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan. Sementara bagi Nasha, kedatangan secara tiba-tiba Gibran ke rumahnya membuat Nasha hilang akal. Bayangkan saja, seorang pewaris perusahaan furnitur yang tidak Nasha kenal tiba-tiba saja datang untuk melamar di depan kedua orang tuanya. Itu adalah hal paling gila yang pernah Nasha lihat selama dua puluh satu tahun ia hidup. Jawaban Nasha? Tentu saja Nasha menolak mentah-mentah lamaran Gibran. [Published : 12 September 2021]

More details
WpActionLinkContent Guidelines