Unfinished Chapter

Unfinished Chapter

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2025
"Stories paused, not forgotten." Livia masih belum bisa melupakan cintanya pada Ethan, namun keyakinan dan ketulusan yang ditunjukkan Liam membuat wanita itu berani memberi kesempatan pada Liam yang mencintainya. Saat Livia sedang belajar untuk mencintai Liam, ia malah dipertemukan kembali dengan cinta masa lalunya-Ethan-yang ternyata masih mencintai Livia dengan cinta yang sama. Di persimpangan perasaan ini, manakah yang harus Livia pilih? Kembali pada Ethan yang pernah mengecewakannya atau melanjutkan hubungan dengan Liam-pria yang tak kunjung bisa ia cintai?
All Rights Reserved
#245
familydrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Love Without Time [END]
  • Vermilion Reverie [skynani x dew] END
  • Kaviry
  • Erlangga
  • If You Know When [TELAH DITERBITKAN]
  • Yang Pernah Tapi Tak Jadi

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines