Allyssa
  • WpView
    LECTURAS 6,887
  • WpVote
    Votos 97
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 2, 2017
Masa lalu. Berpikir mengenai hal itu. Satu hal yang terpatri indah di otakku. Kematian dan kesakitan. Banyak rasa yang sejujurnya kurasakan. Namun hanya dua rasa yang mengenang indah sampai aku dewasa. Dan itu yang mengajariku apa arti hidup sebenarnya. Hidup yang penuh dengan kepalsuan, kelicikan, kemunafikan. Ada banyak rupa nya namun yang paling menonjol hanyalah itu. Aku belajar banyak hal yang sekarang kuterapkan dalam hidupku. Yaitu lebih palsu dari orang palsu, lebih licik dari orang licik, dan lebih munafik dari orang munafik. Ini adalah kisahku. Jika kalian bertanya akhir dari kisahku, maka aku akan menjawab. Tidak tahu. Sebab tidak ada yang bisa menebak akhir dari kehidupan sesorang. Catatan : Cerita mengandung unsur kekerasan, dsb. Mohon kebijakan dalam membaca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • REUNI (Enam)
  • Angel
  • Cerita Tentang Kita
  • Bad Papa
  • Perjalanan Cintaku...
  • Vamp Prisioner
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)
  • The Devil's Love
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido