Dua Luka Yang Berbeda

Dua Luka Yang Berbeda

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 20, 2025
Harsa Harsa, 20 tahun, tumbuh dalam dunia yang keras. Lahir dari hubungan yang tidak diakui, ia sering merasa terpinggirkan dan dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Hidupnya dipenuhi perjuangan-merawat ibunya yang sakit dan terus berjuang demi memenuhi kebutuhan hidup yang serba kekurangan. Meski terlihat tegar, Harsa menyimpan banyak luka batin yang membuatnya merasa selalu kurang, selalu berusaha lebih keras meski hasilnya tak pernah sesuai harapan. Cakra Cakra, 19 tahun, sejak ibunya meninggal, merasakan kekosongan yang tak terisi. Meskipun hidup dalam kemewahan, kasih sayang yang ia butuhkan tak pernah ada. Ayahnya, yang selalu menuntut kesempurnaan, tidak pernah memberi perhatian atau cinta yang tulus. Kehilangan ibunya meninggalkan luka yang dalam, dan meskipun dikelilingi oleh segalanya, Cakra merasa sangat kesepian, terperangkap dalam dunia yang menuntut lebih dari dirinya tanpa pernah peduli dengan perasaannya. © Jangan plagiat karna bukan plagiat © Brother ship
All Rights Reserved
#485
chenle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • AKHIR (END) ✔
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Lactating [Nohyuck]
  • Dua Puluh Menit [END]
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • KARA
  • Our Emergency Calls
  • Savero Archandra || Haechan || END

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines