Cileo
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
"Aku suka langit, aku suka hujan, tapi aku tidak suka hujan dipipiku" Ciara Rianty, dia adalah sosok yang ceria dan penuh senyum setiap harinya. Wanita pencinta langit dan hujan itu tidak pernah menampakan wajah sedih nya didepan umum, berbeda jika dia sedang dikamarnya, seolah memiliki kepribadian ganda seluruh jiwa nya tiba tiba berubah jika ada di ruangan tersebut. Selain suka langit dan hujan Ciara juga suka es krim strawberry, jus strawberry, mochi strawberry,pokonya semua hal tentang strawberry, uniknya wanita ini tidak menyukai coklat. Dari semua keunikan Ciara, keluarganya merupakan keluarga dengan ekonomi kalangan menengah kebawah dimana dia harus berusaha dan berjuang membantu keuangan orang tuanya supaya dia bisa melanjutkan sekolahnya sampai lulus, banyak sekali rintangan - rintangan Ciara untuk mencapai kelulusan nya di jenjang SMA. Tentunya, kisah hidupnya Ciara ini di bumbui dengan kisah cintanya dengan sosok lelaki yang selalu memberikan support kepada Ciara, dia adalah Skylar Leonardo dia seorang lelaki yang penuh dengan teka teki selalu ada kejutan tiap hari nya untuk membuat Ciara bahagia.Wlaupun, Skylar sendiri memiliki masalah yang rumit tentang keluarga nya. Penasaran kan? makanyaa baca gess wajib pokonya mah.
All Rights Reserved
#343
cegil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • LEON
  • The End of Keyra's Revenge
  • RAYXCAIN
  • ANTAGONIST COUPLE [ TERBIT ]
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • MPG (MyPosesivGrlis)
  • Say Yes, B*tch! βœ“
  • ADELARD

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines