Ada apa dengan awan?

Ada apa dengan awan?

  • WpView
    Reads 615
  • WpVote
    Votes 181
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
[ Hallo guys jangan lupa follow ] Plagiat? Jauh-jauh deh!🙏 Jangan lupa follow, vote, dan kritik serta saran ya guys👌. Tampak sebuah kotak misterius di dalam almari, menarik rasa penasaran Adipati Arya Jayadiningrat. Perlahan, ia membuka kotak tersebut. "Sinom?" gumam Adipati. Tiba-tiba, cahaya putih terang menyelimuti seluruh ruangan. Galuh, ibunda Adipati, segera menghampiri dengan wajah penuh tanya. Sejak saat itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Banyak orang mengincar isi kotak tersebut, seolah menyimpan rahasia besar yang belum terungkap. Mampukah Adipati menjaga kotak misterius itu dan menghadapi bahaya yang mengintainya?
All Rights Reserved
#12
keramat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Perjamuan Keempat Belas
  • Duranta Repens
  • SEBILAH REMBULAN - 𝗢𝗡 𝗚𝗢𝗜𝗡𝗚
  • Garwa Sang Tumenggung
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Rahasia di Balik Keraton
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • Dunia Berbeda (END✅) [Lagi Proses Revisi]

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines