Fly Me To The Moon

Fly Me To The Moon

  • WpView
    Reads 684
  • WpVote
    Votes 308
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
⛔WARNING!!⛔ Cerita mengandung unsur kekerasan dan dewasa, harap bijak dalam memilih bacaan!! Cerita mengandung unsur lgbt yang bukan berarti author mendukung hal tersebut ❌ Hanya saja, dunia yang kita tempati saat ini memang dalam krisis akal dan jiwa yang sehat‼️ Jadilah pembaca yang bijak. . . . . Apa yang sudah dimulai, harus diakhiri Maka, perhatikan setiap langkah Ingat selalu Dan jangan terlena Apa tujuan mu pada akhirnya? Bukankah kita berencana untuk terbang tanpa meninggalkan rasa penyesalan? Dari awal kita tidak ditakdirkan untuk 'memiliki' Maka, jangan miliki Tidak apa-apa, anggap saja itu hanya fatamorgana sebelum kita pergi ke bulan. ---- Coba aja baca dulu sampai beberapa bab, if you like this story, saya sangat senang akan hal tersebut. Nice to meet you. Rank: #1 fly [2025]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Always An Angel, Never A God [✔️]
  • I Told the Moon about You
  • perasaan suka yang berujung asing
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Waiting For
  • Remember I LOVE U
  • kaLAna: Two Different Worlds
  • OMEGA (markhyuck) [END]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines