Monokrom (ON GOING)

Monokrom (ON GOING)

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
Sebenarnya kita ini apa? apakah engkau rumah atau justru aku yang kau jadikan rumah? Saat penaku menyentuh kertas, disanalah kata kata mulai tersalin, mengisahkan betapa indahnya seorang gadis seperti Senna Arunika. Dia berucap seindah sastra senyumnya laksana ukiran mahakarya, suaranya bagaikan melodi terindah dan wajahnya adalah karya seni yang paling sempurna.
All Rights Reserved
#211
monokrom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • Romansa Tuan Sastra | Lee Heeseung ✓
  • DUNIA HAMPA
  • ARAKHA
  • Fragment Of Serenade (END)
  • Why Me? || Zhong Chenle
  • Aru; Rumah untuk Ata.
  • Endless love: { by: lianahputridewi } -ON GOING!
  • Dream of a Hospital [Hiatus]

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines