Story cover for Asmara OSIS by meliaawa
Asmara OSIS
  • WpView
    Membaca 722
  • WpVote
    Vote 352
  • WpPart
    Bab 47
  • WpView
    Membaca 722
  • WpVote
    Vote 352
  • WpPart
    Bab 47
Bersambung, Awal publikasi Jan 21, 2025
Judul: Asmara OSIS
Genre: Drama, Percintaan, Persahabatan, Remaja

Deskripsi Cerita:

Cerita ini mengisahkan kehidupan Amelia, seorang siswi yang aktif di OSIS, yang terjebak dalam drama percintaan dan persahabatan yang rumit. Amel pernah memiliki hubungan dengan Galang, seorang mantan pacar yang sering membuatnya kecewa karena sikapnya yang tidak konsisten. Namun, meski sudah putus, Galang terus berusaha mendapatkan kembali perhatian Amel dan membuktikan bahwa dia bisa berubah.

Di tengah semua itu, Amel juga dikelilingi oleh teman-teman OSIS yang sangat mendukungnya, termasuk Mozza, Syafira, Cahaya, dan teman-teman lainnya. Masing-masing memiliki kisah pribadi yang saling melengkapi cerita ini, dari persahabatan yang menguatkan hingga tantangan pribadi yang mereka hadapi.

Cerita ini menggambarkan tentang kehidupan anak-anak remaja yang berada di OSIS, dengan segala aktivitas dan dinamika yang ada, namun lebih dari itu, cerita ini juga menyentuh tentang perubahan diri, persahabatan sejati, dan bagaimana tiap karakter belajar dari kesalahan masa lalu mereka.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar isi
Daftar untuk menambahkan Asmara OSIS ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
[END] High School of Mystery: Russet Case oleh IchiHikaru
27 bab Lengkap
[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.
GHAVARI  oleh alghisty_
10 bab Bersambung
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
I'm Fine  cover
Kita Tak Bisa Bersatu cover
PANGERAN STEVEN (REVISI) cover
[END] High School of Mystery: Russet Case cover
GHAVARI  cover
DLS [ 2 ] Ansellina  cover
Gugup Itu Tanda Suka cover
OSIS OR OH SHIT?! cover
DinoSaurus cover

I'm Fine

34 bab Lengkap

Restu, seorang berandal dan biang onar sekolah, berani-beraninya memacari Nessa, sang Ketua OSIS. Tiada hari Restu tanpa kena omel Nessa. Restu yang selalu melanggar peraturan, dan Nessa yang selalu berusaha menertibkannya. Semua orang bilang, mereka nggak cocok satu sama lain. Teman-teman bilang Restu hanya akan memberi pengaruh buruk untuk Nessa. Toxic! Meski bagai kutub utara dan selatan, Restu benar-benar sayang Nessa. Sedangkan Nessa? Entah apa yang membuat cewek nyaris sempurna itu menerima Restu, karena sebagai pacar sikap Nessa terlalu cuek. Mau nggak mau, Restu jadi berpikir. Benarkah kata orang-orang selama ini? Nggak pantaskah Restu bersanding dengan Nessa? Benarkah rasa sayang aja nggak cukup agar mereka terus berlanjut?