Biru
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2025
Ada banyak ribuan pesan yang tidak pernah terkirim, ada jutaan kalimat yang masih malu-malu menjamahimu. Dalam kehidupan yang singkat ini, aku masih setuju untuk mengabadikan segala tentang kamu. Aku jatuh pada kubangan cinta yang aku gali sendiri kedalamannya, dan aku juga yang memutuskan untuk jatuh pada palung yang aku sendiri tidak tahu jalan keluarnya. Kamu tidak membuangku, hanya saja aku yang memilih untuk tidak tahu diri dalam mengabadikanmu, meski dalam cinta berbalut luka.
All Rights Reserved
#379
menulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • You are in my past and my future [END]
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Indonesian Poetry
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • Perjalanan Cintaku...

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines