BLOOM WITH YOU

BLOOM WITH YOU

  • WpView
    Leituras 56
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 25, 2025
Bagi Arunika pertemuan pertamanya dengan Atma adalah hal terbaik yang pernah dia alami. Pemandangan dimana Atma sedang menatap Bougenville itu hal terbaiknya. Tapi, mulutnya yang mengatakan hal canggung hingga ditertawai oleh Matteo adalah bagian memalukan bagi dirinya yang ingin selalu Arunika lupakan. Sedangkan bagi Atma pertemuan pertama mereka dengan kalimat yang di lontarkan Arunika, merupakan sesuatu hal yang sukses membuat telinganya terasa panas. Meski Matteo dengan susah payah menahan tawanya saat melihat dirinya di pastikan Matteo akan selalu membahas gadis itu. - Seperti bunga yang di rawat dengan baik untuk mekar tentu saja ada proses yang harus di lewati tapi pada akhirnya bunganya akan mekar dengan indah.
Todos os Direitos Reservados
#52
arunika
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • F A K E ? [End]
  • Langit dan Cahayanya
  • Senja Yang Sunyi
  • IN THE END ✔
  • Matahari
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Rahasia Hati
  • BEFUDDLES (SELESAI)

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo