The Only One

The Only One

  • WpView
    Reads 5,414
  • WpVote
    Votes 776
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
Menjadi pasif bukan dirinya, tapi terlalu berjuang ternyata melelahkan. Tahun depan usia Adelia menyentuh angka 30, dan dia baik-baik saja meski masih sendiri. Usaha untuk menemukan sudah dilakukan tapi namanya belum berjodoh, apakah harus dipaksakan? Sebagai seorang produser di salah satu Production House, hidupnya berjalan dengan ritme yang sangat cepat. Hampir tidak ada celah untuk memikirkan hal-hal tak penting, sampai di satu titik. Ada seseorang yang khawatir kalau dia terus sendiri. "Kenapa nggak ada market place pembelian jodoh sih? Yang kalau nggak sesuai deskripsi bisa diretur gitu..." "Astaghfirullah!" Sasa yang sedang mereview hasil syuting sampai menghentikan kegiatannya. "Ada gila-gilanya juga lo, Mbak!" ucapnya sambil geleng-geleng. Adelia malah tersenyum lebar, ah jodoh! Cari di mana sih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • A Snowy Winter
  • Halycon
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Love In NOUBELLIA
  • Loose Cannon
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Inchoate✓
  • DIKANESHA
  • The First One

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines