The Only One

The Only One

  • WpView
    Reads 5,365
  • WpVote
    Votes 775
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
Menjadi pasif bukan dirinya, tapi terlalu berjuang ternyata melelahkan. Tahun depan usia Adelia menyentuh angka 30, dan dia baik-baik saja meski masih sendiri. Usaha untuk menemukan sudah dilakukan tapi namanya belum berjodoh, apakah harus dipaksakan? Sebagai seorang produser di salah satu Production House, hidupnya berjalan dengan ritme yang sangat cepat. Hampir tidak ada celah untuk memikirkan hal-hal tak penting, sampai di satu titik. Ada seseorang yang khawatir kalau dia terus sendiri. "Kenapa nggak ada market place pembelian jodoh sih? Yang kalau nggak sesuai deskripsi bisa diretur gitu..." "Astaghfirullah!" Sasa yang sedang mereview hasil syuting sampai menghentikan kegiatannya. "Ada gila-gilanya juga lo, Mbak!" ucapnya sambil geleng-geleng. Adelia malah tersenyum lebar, ah jodoh! Cari di mana sih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A New Beginning
  • Tak Sejalan
  • Suck It and See (Complete)
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Wild Guy [completed]✓
  • The First One

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines