SHADOWS OF NARA || PondPhuwin

SHADOWS OF NARA || PondPhuwin

  • WpView
    Reads 1,622
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2025
Pond memiringkan kepalanya sedikit, memperhatikan Phuwin dengan tatapan intens yang membuat pria itu merasa seolah-olah dirinya telanjangi di hadapan Pond. "Keputusan adalah bagian dari hidup, Phuwin. Tetapi terkadang, kau hanya perlu mengikuti instingmu." Phuwin ingin tertawa mendengar itu. Instingku? Instingku memberitahuku untuk membunuhmu, tetapi hati kecilku mengatakan hal lain. _____ "Kau tahu, Phuwin." katanya pelan. "Aku seharusnya langsung membunuhmu sekarang. Tapi ada bagian diriku yang tidak bisa melakukannya. Dan itu membuatku semakin membencimu." Phuwin menatap Pond dengan mata yang penuh emosi. "Kalau kau ingin membunuhku, lakukanlah. Tapi aku tidak akan pernah menyesali apa yang telah aku lakukan." ⚠️⚠️AUTHOR PEMALAS⚠️⚠️
All Rights Reserved
#273
phuwintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Stay with you? Really?
  • Just A Name
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Heir of 24 Hours
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • The Baby Of Valderic
  • Force to Marry the Devil
  • Ferrell Harland Natio

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines