About Brielle

About Brielle

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
"Kata orang, menjadi anak bungsu adalah keberuntungan dalam hidup ini. Kata orang, anak bungsu selalu di sayang oleh orang tuanya. Kata orang, anak bungsu selalu di manja oleh kakak-kakaknya. Kata orang, anak bungsu selalu dapat perhatian lebih. Kata orang, anak bungsu selalu mendapatkan apa yang ia mau tanpa harus berusaha. Tapi sayangnya itu semua tidak berlaku untuk diriku." -Abrielle Yuxia _____________________________ Menceritakan tentang anak bungsu yang kehadiran nya tidak dapat di terima oleh keluarga nya sendiri. Ia di benci karena peristiwa besar yang menimpa keluarga nya. SEBELUM BACA HARAP FOLLOW TERLEBIH DAHULU!
All Rights Reserved
#45
pembawasial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Hilang
  • A Sense of Gratitude
  • RIRI NATARI [END]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • Our Emergency Calls
  • Come Here, Lisa ✓
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines