WILDLIAR

WILDLIAR

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 22, 2025
WpInfo
Fanfic
Billie Eilish
Sempurna,siapa yang tidak suka dengan kata itu?kesempurnaan,keindahan,kekekalan,tak bercelah,tampak begitu diimpikan.Namun adakah yang dapat mengemban kata tersebut selain Tuhan Yang Maha Esa?dapatkah manusia mengeban kata itu?.Tentu saja tidak,manusia selalu memiliki celah di antara ke indahannya,lalu,apakah itu menjadi buruk?apakah akan menjadi tak berharga?. Cerita ini terinspirasi dari lagu wildflower milik Billie Eilish,akan berkisah tentang pasangan yang tampak begitu sempurna,pasangan yang indah dan harmonis,yang tampak tetap romantis walau sudah lebih dari lima tahun tak memiliki keturunan.Namun apakah benar benar sempurna?apakah benar benar harmonis?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • THROWBACK
  • Semesta
  • Not So Perfect | KIM JUNGWOO (Completed)
  • Incompatible With Love : Minor Hearts
  • Cinta dalam Diam(End)
  • Istri Sah Ikky [B×B]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines