MY ADORABLE NEIGHBOR

MY ADORABLE NEIGHBOR

  • WpView
    Reads 99,361
  • WpVote
    Votes 3,927
  • WpPart
    Parts 59
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 11, 2026
Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva
All Rights Reserved
#255
clingy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lucky ㅡ [COMPLETED]
  • Sakura✔️
  • Impossible
  • Daniel
  • Markxelio
  • RAISEN
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • DANGEREUX
  • Ari dan Ara (Sudah Terbit)

ㅡ a novel; #1 - Tetangga, Januari 2024 Amanda dan Gilang teman sejak bayi. Berjemur bersama di bawah matahari sembari kedua ibu mereka bertukar gosip pagi. Amanda dan Gilang teman di sepanjang bangku sekolah. Sejak mereka belajar membedakan warna hijau dengan merah, sampai belajar tentang integral dan klasifikasi makhluk hidup di masa abu-abu yang membuat emosi dan marah. Amanda dan Gilang masih berteman sampai di jenjang universitas. Setiap makan siang, kalau yang satu belum ada, yang satu tidak akan memesan apa-apa. Banyak yang mengira mereka pacaran, tidak sedikit yang terkejut saat tahu kalau mereka tidak pernah jadian. Kedekatan keduanya kadang lebih menggemaskan dibandingkan sepasang kekasih yang official. Padahal, mereka hanya teman. "Untung ada lo, Lang." "Aduh, untung lo inget Nda." Mereka beruntung punya satu sama lain. Teman-teman mereka pun tahu tentang hal itu. Tapu, entah apa yang buat mereka tidak bersatu juga. Padahal pacar pun tidak punya. Kalau kata Kella, salah satu teman mereka, sih; "TINGGAL JADIAN APA SUSAHNYA?!?!?!" Nyatanya, di dunia ini, keberuntungan tanpa keberanian kadang agak hambar rasanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines