Antara Laut & Matahari (Minwon)

Antara Laut & Matahari (Minwon)

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Keajaiban itu benar adanya, saat itu raganya, suaranya, parasnya dan senyumnya benar benar hilang bagaikan debu yang tersapu angin. Entah Kebaikan apa yang telah ku perbuat, keajaiban yang tak pernah ku kira akan ada, muncul di sela sela rasa sunyi ini. Meskipun tak seutuhnya seperti matahariku, namun aku tetap bersyukur. Karena, setidaknya kenanganmu akan selalu abadi, selalu abadi di dalam ruang kecil Gabriel_mu ini. "Take me back to the night we met.. i don't know what I'm supposed to do.." (The Night We Met - Lord Huron) Start : 23 Januari 2025 / 4.22 PM WIB Finish : - (Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kemiripan nama, tokoh, atau adegan dengan kejadian di dunia nyata, hal tersebut semata-mata kebetulan. Karakter yang disertakan dalam cerita ini hanya sebagai gambaran semata dan tidak memiliki hubungan dengan kehidupan asli mereka.)- ilyasa
All Rights Reserved
#381
wonwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • EUNOIA DALAM SUNYA (HIATUS)
  • Magic Potion [END]
  • BOBOIBOY : ANGKARA LAIN
  • New Universe : Transmigration
  • enDure || HAJEONGKYU - JEONGKYU - KYUWOO
  • DELUSI
  • Naléndra {Fanfic Boboiboy}-HIATUS
  • FATE

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines