Menggenggam Harapan, Melawan Takdir

Menggenggam Harapan, Melawan Takdir

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 9, 2025
"Menggenggam Harapan, Melawan Takdir" adalah kisah inspiratif tentang Aditya, seorang pemuda yang divonis menderita kanker ganas dengan harapan hidup yang sangat kecil. Dalam keputusasaan, ia menemukan kekuatan melalui doa, shalawat, dan dukungan keluarga serta sahabatnya, Reza. Meskipun menghadapi rasa sakit dan ketakutan, Aditya terus berjuang dengan menggenggam harapan. Doa-doa tulus akhirnya membawa mukjizat, dan kanker yang menghantui tubuhnya perlahan menghilang. Kisah ini mengajarkan bahwa dengan iman dan keteguhan, takdir dapat diubah, dan harapan selalu ada bagi mereka yang percaya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • PERGI
  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • Langkah yang Tak Sia-Sia
  • "Jejak Langkah Widya"
  • If It's You
  • EUFORIA

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines