We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jejak-Jejak yang Tersisa

Jejak-Jejak yang Tersisa

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 29, 2025
WpInfo
Poetry
Aku menulis untuk hal-hal yang tak bisa kuceritakan dengan lisan. Merangkai kata, mengikuti hati. Tulus, untuk diriku sendiri. Kamis, 23 Januari 2025
All Rights Reserved
#171
puisirindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARGA [TAMAT]
  • Renjana
  • Hello, Baskara! [ END ] ✅
  • Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]
  • Garis Luka
  • MERBABY
  • My Junior My Love ✔️
  • Aksara Tak Bertuan

"Awal yang suka, akhir yang duka." -𝒷𝓎 𝒞𝒽𝒶𝓇𝓂ℯ𝓃 𝒯𝓌ℯ𝓁𝓋𝓎 *** "Nay, lo gak mau tanya ke gue kenapa gue gak ngajak pacaran lo, padahal perasaan kita sama-sama suka," ujar Arga dengan pandangan menatap langit malam yang indah dipenuhi bintang. Dengan posisi terbaring, Kanaya menoleh ke Arga lalu menggeleng. "Enggak, emang kenapa?" Arga tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu. Ia pun mengubah posisi menjadi duduk tegak, diikuti Kanaya. "Karena kata Bunda kalau suka sama cewek itu bukan diajak pacaran, tapi langsung dihalalin. Itu baru namanya cowok." Arga mengambil tangan kanan Kanaya untuk ia genggam. "Jadi, tunggu gue lulus kuliah, pinter kerja, dan perbaikin iman dulu, setelah itu gue lamar lo." *** "Kalau Dhiren nangis, tenangin dia, ya?" "Aku mau tidur, ngantuk. Jaga Dhiren baik-baik, ya?" "Selamat tidur Ibu dari anakku." *** ➡️Start: 7 November 2021 ➡️Finish: 4 Februari 2022 🆂︎🅰︎🅻︎🅰︎🅼︎ 🆆︎🅰︎🆁︎, 🅰︎🆄︎🆃︎🅷︎🅾︎🆁︎ 🅰︎🆁︎🅶︎🅰︎🦏

More details
WpActionLinkContent Guidelines