Solitude's Glow [Terbit]

Solitude's Glow [Terbit]

  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 6, 2025
Terjebak dalam situasi yang memaksa ku untuk berhenti, tak mampu bergerak, dan merasa kehilangan segalanya. Cinta yang pernah ada, masa depan yang pernah kuimpikan, bahkan seseorang yang tak pernah ada dalam pikiranku, semuanya lenyap tanpa jejak. Hidupku kini hanya terdiri dari hitam dan putih, dua warna yang tak pernah memberi arti. Tak ada lagi ruang untuk berharap pada warna lain, karena harapanku hanya satu, mati. Namun, di tengah kegelapan itu, ada sosok yang tetap percaya bahwa aku bisa mendapatkan warnaku kembali. Dengan senyuman yang selalu ia beri, seakan mengingatkanku bahwa hidup ini masih layak untuk diperjuangkan. "Hidupku memang berat, tetapi apa jadinya jika aku kehilangan satu-satunya cahaya yang pernah mengisi gelapku?" -Bintang Kalandra Aryasatya-
All Rights Reserved
#363
lumpuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Perihal Waktu
  • FIZYA
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • KAIREL [END]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Stars In The Night Sky

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines