"Aku nggak bisa mendengar apa yang kamu katakan. Jadi lepaskan tangan kamu sekarang. Biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan. Biarkan aku mati." - Amanda Evelin "You jump, I jump! Karena aku sudah melihat kamu maka aku nggak bisa melepas tanggungjawab aku begitu saja. Kalo aku nggak bisa membuat kamu turun maka aku akan melompat bersama kamu." - Revan Nugroho. _______________________________ Dunia Amanda Evelin mendadak sunyi ketika divonis menjadi tuli. Dia harus merelakan mimpi sebagai seorang pianis. Tidak ada lagi piano, Beethoven apalagi Mozart. Hidupnya hampa tanpa arah serta tujuan. Belum siap hati menerima kondisinya yang tak sama lagi. Amanda juga menjadi korban perundungan di sekolah. Dia dikucilkan dan dipandang sebelah mata, menganggap Amanda tidak pantas bersekolah di sekolah biasa melainkan sekolah disabilitas; sekolah untuk para penyandang cacat. "SI TULI TIDAK PANTAS BERSEKOLAH DI SINI!" "TULI JANGAN HARAP UNTUK BERMIMPI LAGI." Lelah dengan semua perlakuan kejam yang diterima. Amanda ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atap sekolah. Namun urung dilakukan saat seorang cowok datang dan mencegatnya. Seorang cowok yang mengaku sebagai tetangga sepuluh tahunnya bernama Revan Nugroho. Cowok extrovert yang berjanji akan menjadikan Amanda seorang pianis sekali lagi. Cerita ini tentang gadis introver bernama Amanda. Tentang pencarian jati dirinya pasca divonis tuli, mencoba menjadi pantas untuk sang matahari yang dia suka, Amanda melakukan banyak hal yang malah membuatnya terlibat masalah.
More details