Untukmu, Alea.

Untukmu, Alea.

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
untukmu, gadis dibawah guyurah hujan yang terbalut pakaian hitam di pemakaman disuatu pagi. Entah mengapa hatiku menangkap matamu yang penuh akan sedih dan air mata, entah mengapa hati ini ingin mencari dan menemuimu ketika tidak bertemu. Entah mengapa, kamu selalu mengelilingi pikiranku setelah hari itu. Entah mengapa, kesederhanaan yang ada di kepribadianmu membuatku jatuh hati padamuu, ah tidak. aku salah, sepertinya aku jatuh hati sejak pagi itu dipemakamn ayahmu. Maaf, jika berjalan bersamaku, kamu tidak menemukan kebahagiaan. maaf jika berjalan bersamaku, kamu semakin berdarah. tapi, mencintaimu dan mengusahakanmu adalah hal yang paling aku senangi.
All Rights Reserved
#142
cemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • ALEYA~~
  • Nata, De & Coco
  • FIZYA
  • Kamu yang Kukira Milikku
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Let Me Love You Longer
  • Different [END]
  • Meninggalkan Tanpa Pamit

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines