We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stetoskop Cinta [END] ✓

Stetoskop Cinta [END] ✓

  • WpView
    Reads 31,602
  • WpVote
    Votes 1,110
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Friends to Lovers
Happy Ending
"Bayang-bayang mimpi itu kembali menghantuiku. Fan... kamu di mana sih sebenernya? Kenapa ya, semua tentang kamu tuh kayak nggak mau lepas dari pikiran aku? Semoga aja kamu baik-baik aja di sana.." ~Alya Lyra Seraphina~ "Takdir memang penuh kejutan. Wanita yang selama ini kucari, ternyata sedekat nadi. Sahabat kecilku... benih cinta yang dulu terpendam, kini bersemi dengan begitu dahsyat. Aku akan menemukannya, dan memperjuangkan hatinya." ~Aditya Irfan Riza Dewantara~ Terpisah oleh waktu dan jarak, takdir mempertemukan kembali dua hati yang pernah berbagi tawa masa kecil. Namun, mampukah cinta yang kembali bersemi di antara Alya dan Irfan mengalahkan keraguan masa lalu dan tantangan yang menghadang di masa kini?
All Rights Reserved
#23
tni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Profession[End]
  • OUR DESTINY [Rewrite]
  • TAKDIR (Menemukan Kita Lagi)
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • Ketukan Takdir
  • Rumah ke Rumah
  • Vermilion Reverie [skynani x dew] END
  • Ketika Takdir Memilih✔
  • Heartbeats of the ER [END]

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

More details
WpActionLinkContent Guidelines