That Clingy Husband

That Clingy Husband

  • WpView
    Reads 32,922
  • WpVote
    Votes 1,319
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
Chelyn tidak pernah menyangka hidupnya akan dipenuhi oleh seseorang seperti Domingga. Sosok yang manja, posesif, dan selalu ingin berada di sisinya setiap saat. Di balik tingkahnya yang sering membuat orang lain geleng-geleng kepala, Domingga menyimpan cinta yang begitu besar untuk Chelyn. Bersama keluarga besar yang hangat dan penuh warna, mereka menjalani hari-hari yang dipenuhi tawa, kehebohan, serta berbagai momen manis yang membuktikan bahwa rumah bukanlah sebuah tempat, melainkan seseorang yang selalu ingin kita pulangi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines