Eminence Alliance

Eminence Alliance

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
Malam itu hujan turun deras, menyapu jalanan kota yang dipenuhi cahaya lampu jalanan temaram. Tim khusus bernama 'pheonix agency' berhasil menangkap seorang tokoh besar, seorang penyelundup narkoba sekaligus dalang korupsi yang selama ini menjadi buronan internasional. Tapi kemenangan itu hanya berlangsung sekejap. Sehari setelah penangkapan, muncul serangkaian kasus pembunuhan berantai yang kejam. Korban-korbannya tidak acak-mereka semua tampaknya memiliki kaitan. Ketika para Agen mulai menyelidiki, mereka menyadari bahwa pola pembunuhan itu seperti sebuah pesan yang hanya mereka yang dapat pahami. Namun, teror itu tidak berhenti di sana. Satu per satu rekan-rekan mereka mulai mati dengan cara yang misterius, tanpa tanda-tanda jelas bagaimana atau siapa yang melakukannya. Ketakutan dan kecurigaan menyelimuti tim. Apakah ada pengkhianat di antara mereka? Atau ini semua ulah dalang yang jauh lebih besar dari apa yang mereka bayangkan? Saat para agen mulai mengurai benang kusut ini, mereka menyadari bahwa apa yang mereka hadapi bukan hanya soal kejahatan, melainkan perang psikologis dengan seorang musuh yang selalu selangkah lebih maju.
All Rights Reserved
#707
00l
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • [✔] 𝗠.-'𝟬𝟬'𝟳 : 𝗔 𝗣𝗶𝗲𝗰𝗲 𝗼𝗳 𝗚𝗹𝗮𝘀𝘀
  • Secret Candy
  • Seven Rules
  • CAMPING (TERBIT)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Save Me • NoHyuck •
  • ASESINO ( Revisi )

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines