NESTAPA

NESTAPA

  • WpView
    reads 22
  • WpVote
    Stemmen 4
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, mrt. 27, 2025
Menjadi yang terakhir lahir sering kali berarti menjadi yang terakhir didengar. Suaraku tenggelam dalam riuh, kata-kataku menguap sebelum sempat dimengerti. Setiap resah dianggap manja, setiap keluh dicap berlebihan. Seolah, aku tak berhak merasa. Mereka berkata, "Hidupmu tak seberat itu." Tapi dari mana mereka tahu? Pernahkah mereka berdiri di tempatku, merasakan bagaimana sesak harus disimpan rapat, sebab bicara hanya akan membuatku semakin tak terlihat? Sejak kapan perasaan harus diukur dari usia? Aku pun punya luka, punya sesak yang tak bisa diabaikan. Jika berbicara hanya berujung dibungkam, maka biarkan tulisan ini bersuara. Sebab aku pun ingin diakui, ingin didengar-bukan sekadar ada. "Kenapa setiap kali aku mencoba bicara, yang kudapat bukan pemahaman, tapi penghakiman?" -Nesa Ardanesara Nestapa sang penutup garis yang artinya penderitaan anak terakhir ⚠️Maaf apabila ada kesamaan nama, latar, adegan dan yang lainya, ini murni dari ide penulis. Di baca bukan di plagiat! Ig author: @vlltms_ By: Vei Lian #tulisanvoria #alythravoria #family #sahabat #mentalheart #sma
Alle rechten voorbehouden
#85
derita
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • ALEYA~~
  • ALVIN (On Going)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • JANUS
  • Let Me Love You Longer
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Devilicya [END]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen