Before Summer

Before Summer

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
Bagi Winda, cinta itu seperti musim hujan yang tak berkesudahan. Setiap tetes air mata yang jatuh mewakili penantian panjangnya pada sosok Yoga - si laki-laki jangkung yang memiliki sifat dingin yang selalu membuatnya berdebar. Tapi siapa sangka, kisah mereka tak semudah dongeng yang berakhir bahagia. Keraguan Yoga seringkali mengguncang hati Winda. Meskipun sifatnya yang kurang tegas dan insecure bukanlah kelemahan yang perlu disesali, bukankah sebaiknya dia merubah kebiasaan tersebut? Namun, Yoga tetap merasa nyaman dengan sifatnya dan terus mengabaikan kehadiran Winda dalam hidupnya. But hey, bukankah setelah hujan selalu ada pelangi? Dan Winda membuktikannya. Dengan tekad sekuat baja dan hati selembut kapas, ia membuktikan bahwa cinta sejati tak memandang status. Perlahan tapi pasti, Yoga mulai melihat ketulusan di balik senyumnya. Karena terkadang, untuk mendapatkan kehangatan musim panas, kita harus bertahan melewati hujan yang mendera. A story about fighting for love, self-worth, and the beautiful journey of finding sunshine after the storm.
All Rights Reserved
#321
campuslife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stumbled Into You
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • The Last Birthday With You
  • Loving Like The Sun
  • You're [not] Mine
  • Sour Seventeen
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Pers Kampus 2.0✔

Keputusan Arrisa Andriani Lekha untuk hidup mandiri seharusnya menjadi awal dari lembaran baru yang penuh ketenangan. Namun, semuanya berubah saat ia tanpa sengaja berkenalan dengan tetangga barunya-seorang pilot muda dengan aura dingin dan tatapan tajam, Gion Zevigo Athara. Hari pertama di apartemen barunya, Arrisa sudah harus menanggung malu di hadapan pria itu. Sialnya, seolah takdir gemar mempermainkan dirinya, setiap kali bertemu Gion, pasti ada saja insiden memalukan yang terjadi. Dari tersandung kabel, menjatuhkan belanjaan, hingga hampir terjungkal di tangga-semuanya terjadi di hadapan pria yang kini ia beri label **"cowok ijo neon"** karena sikapnya yang mencolok sekaligus menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, tatapan tajam Gion yang dulu terasa dingin mulai tampak berbeda di mata Arrisa. Kata-kata datarnya yang dulu mengesalkan justru kini terdengar menenangkan. Dan sialnya lagi, ada sesuatu di dalam hatinya yang mulai bergetar setiap kali pria itu berada di dekatnya. Lalu bagaimana jika hati yang dulu penuh kebencian perlahan berubah menjadi debar yang tak bisa ia kendalikan? Mungkinkah benang merah takdir telah mengikat mereka lebih kuat dari yang Arrisa kira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines