DIALOG
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2025
Cover template by Canva ________ DIALOG : Bukan Sekedar Kata Untuk pertama kalinya, Adara merasa menjadi orang terbodoh setelah memasuki Society Academy School. Si peringkat satu kini turun drastis menjadi yang terakhir dalam peringkat penerimaan murid baru. Terlepas dari fakta itu, Adara tetap mendapatkan beasiswa sebagai bentuk belas kasih dari murid peringkat atas yang menyamarkan jati dirinya. Sayangnya, seolah menjadi ogak-ogak yang menyajikan jenaka bagi para murid di Society Academy School, berkali-kali nama Adara tergeser dari penerima beasiswa akibat kepintaran para atlet dan murid olimpiade yang ia remehkan. Di sudut pikiran terkecilnya, Adara berjuang mati-matian, dapatkah ia mempertahankan beasiswanya dan kembali menjadi si peringkat satu seperti tahun-tahun sebelumnya? ... Ogak-ogak = pelawak, badut _____ DIALOG : Bukan Sekedar Kata Author : Mellochesse DILARANG PLAGIASII !!!!!!!!!
All Rights Reserved
#144
jenius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • ARGANTARA
  • JENDRAL
  • Neyralgis||On Going
  • AURORA
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Garis Luka
  • AMBIVALEN [TERBIT]✔
  • PANGERAN GUE! [COMPLETED]
  • TERUNGKAP ATAU TERPERANGKAP  (END)

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~

More details
WpActionLinkContent Guidelines