Magic Village

Magic Village

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 3, 2025
Aroma susu coklat dan kue kering yang masih hangat tersaji di atas piring, serta suara derai hujan dan halaman buku yang dibalik. Dalam pelukan nenek yang hangat, aku masih ingat jelas cerita yang dia bacakan padaku di hari itu. Magic Village, sebuah negeri di balik hutan belakang rumah nenek. sudah 7 tahun berlalu sejak berpulangnya nenek, semenjak hari itu pula lah aku tak pernah kembali ke rumah nenek, namun tepat di usiaku yang ke-17, akhirnya aku dan kedua orangtuaku kembali ke sana. siapa sangka di saat kami kembali ke rumah itu menjadi awal bagiku untuk di tarik masuk ke dalam dunia fantasi, sebenernya apa rahasia yang selama ini nenek sembunyikan?, akankah aku bisa kembali pulang? - - - Jangan lupa vote and comment (/'^')/ Semoga suka~ Update tiap hari Selasa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Diamas : The Clandestine of Millgrien
  • The Boy in the Maze
  • PUT IN A FANTASY WORLD
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • Olif from Dejua
  • Darolent Academy : Lost Darold Princess
  • Agape [FANTASI KERAJAAN]
  • The Archive Of Forgotten Realms

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines