Teman Adalah Maut

Teman Adalah Maut

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
Seperti sebuah fakta yang sulit untuk diungkapkan atau untuk dipercayai. Semuanya terlibat? Hanya akan ketahuan pada saat waktu yang pas atau tepat, hal itu membuat semuanya berubah. Cerita yang menceritakan seorang gadis remaja SMA, Nadia Allesia, yang ikut terlibat dalam masalah yang ada, masih saja teringat akan masa lalu itu. Selain dia ada teman-temannya yang ikut terlibat. Pilihannya sebenarnya sederhana? Satu-persatu menghilang? Atau pilihan 1-:100: sampai 0. "07#+-&-05@)(-0*?!!2⁵⁴? Angka-angka apa ini?"-Nadia Allesia. Apa yang akan terjadi dengan mereka semua akan masalah yang melanda mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines