Lukisan Jiwa

Lukisan Jiwa

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
Tiap lukisan diatas kanvas menggambarkan perasaan yang selalu dipendam oleh seorang gadis bernama Silvia Silva Azahra. Tragedi pada hari bahagia nya membuat seluruh perubahan yang terjadi. Tragedi itu membuat Silva yang masih berusia 17 tahun harus berdiri tegak walaupun badai menghantam kehidupan nya yang tertata rapi menjadi berantakan. Silva selalu berpikir akan ada bahagia diujung tanduk yang akan kandas. Apakah pikiran Silva benar? Tidak perduli badai besar yang menghantamnya, membahagiakan keluarga yang tersisa dan kewajiban terhadap sesuatu harus ia dahulukan dibanding dirinya yang terluka parah.
All Rights Reserved
#795
lukisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • To Heal
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Jejak yang Hilang (END)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Kita Dan Segala Luka

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines