Blooming in a Cage of Snow

Blooming in a Cage of Snow

  • WpView
    Reads 580
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing50m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
!!DARK ROMANCE, MDNI!! Sunyi malam gelap gulita, mencekam tanpa belas kasih, dipecahkan oleh suara tangis bayi yang baru saja di renggut dari kehangatan rahim sang ibunda. Wanita yang baru saja melahirkan gadis kecil itu mengernyitkan dahi, kecewa seraya mengutuk di sela-sela nafasnya. "Tuhan, apakah nasib ini layak untuk diriku? Kenapa kau memberikanku bayi perempuan yang tak berguna ini?"gumam wanita itu, sembari melihat wanita tua yang membantunya bersalin, membalut bayi kecil itu dengan kain tipis. Kelahiran gadis malang itu hanya di sambut oleh tatapan kebencian dari ibunya sendiri. Sedangkan sang ayah yang kecewa, keluar dari ruangan sempit dan gelap tersebut, menggenggam sebotol alkohol murahan. "Langsung jual saja makhluk itu, memangnya apa yang akan kita dapat jika merawat anak perempuan?"ucap sang ayah sebelum pergi keluar. Gadis kecil yang lahir di gelapnya malam, di beri nama Lunara oleh ibunya. Hanya Lunara, tanpa nama belakang, karena pria yang ia sebut ayah tak sudi membiarkan gadis itu memikul nama belakangnya. Gelapnya malam seakan mengikat gadis itu dalam keabadiannya, seperti benang takdir yang selalu terhubung dan tak terlihat, telah menjalin dirinya dengan sang tirani penuh dendam, lambang kehancuran serta hasrat tak berujung, dimana permainan cinta dan kebencian yang tak lagi bisa dibedakan. . . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Promise
  • Pengagum Rahasia
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • ARC II: Era Sebelum Definisi
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐞𝐭𝐚𝐥 [𝐂]
  • Aurorabilia
  • Sumpah Sang Mantan (Tamat)
  • ESCAPE: Tale of Obsession and Longing
A Promise

Di jantung dunia magis bernama Naagaloka, berdiri dengan megah di atas pulau magis yang melayang di udara, kerajaan Shaarvaka. Tanah suci yang bersemayam di udara, tempat para Naag dan Naagin dari klan Shaarvaka, makhluk agung yang mampu menjelma antara wujud ular dan manusia. Dari kerajaan ini, lahirlah seorang Omega Dominant bernama, Anakha. Seorang putra mahkota bergelar Sarvashreshtha Shaarvaka, pewaris darah suci dan pelindung warisan surgawi, Sarvaya Astra. Pecahan-pecahan kristal abadi yang memancarkan cahaya keseimbangan dan kesucian semesta. Namun takdir berbalik muram. Ketika kegelapan menyergap kerajaan Shaarvaka, menggiring tempat tersebut menuju ambang kehancuran. Pasukan Iblis dan mahkluk gelap lainnya menyerbu pulau Shaarvaka, mereka datang membawa kehancuran, mengincar Pecahan Utama dari Sarvaya Astra, intisari kekuatan surgawi yang tak seharusnya disentuh oleh tangan fana. Dalam satu malam, istana runtuh, banyak nyawa lenyap ditelan oleh kegelapan, dan keluarga Anakha dibantai tanpa belas kasih. Dari abu penderitaan, lahirlah bara dendam yang tak terpadamkan. Kini, Anakha bangkit. Ditemani sang kakak, Nageshwari-Naagin tangguh yang menyandang amarah dan cinta dalam jantungnya. Dan Dev, Alpha Dominant yang menjadi sekutu sekaligus pelipur lara, mereka bersatu dalam perlawanan. Tujuan mereka satu: memancarkan kembali kebaikan dan menggulingkan kekuatan yang telah mencemari dunia dengan keserakahan dan dosa purba. Namun jalan mereka bukan sekadar pertempuran senjata. Ini adalah ziarah jiwa, tentang pengkhianatan dan pengharapan, tentang cinta yang diuji dan kehormatan yang harus ditebus. Di tengah nyala api dendam, Anakha harus memilih antara menjadi alat pembalasan... atau cahaya terakhir yang menjaga agar Sarvaya Astra tidak jatuh sepenuhnya ke tangan kegelapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines