Dari Bullying Ke Doa

Dari Bullying Ke Doa

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2025
Mila Nur Az-Zahra adalah seorang gadis 14 tahun yang selalu merasa berbeda. Di sekolah, ia sering menjadi sasaran bullying karena sifat pendiamnya dan penampilannya yang selalu rapi dengan hijab. Setiap hari, ia harus menghadapi ejekan dan perundungan dari teman-temannya, yang membuatnya merasa terasing dan lemah. Namun, sebuah kejadian besar memaksa orang tuanya untuk mengambil keputusan drastis: mengirim Mila ke sebuah pesantren di luar kota, jauh dari lingkungan yang penuh tekanan. Di pesantren, Mila berharap menemukan kedamaian dan kesempatan untuk mengubah hidupnya. Namun, tantangan baru pun muncul, termasuk adaptasi dengan kehidupan yang serba berbeda dan peraturan yang ketat. Di tengah semua perubahan ini, Mila mulai menemukan kekuatan baru dalam dirinya, melalui doa, pengajaran agama, dan ikatan yang terjalin dengan sesama santriwati. Namun, tak disangka, takdir mempertemukannya dengan seorang anak Kiai, yang keluarganya berencana menjodohkan mereka. Mila harus menghadapi perasaan campur aduk antara menolak takdir atau menerima perubahan yang datang dengan cara yang lebih baik. "Dari Bullying ke Doa" adalah perjalanan Mila untuk menemukan kembali dirinya, kekuatan dalam kesabaran, dan kedamaian yang tak pernah ia temukan di luar sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Time Loop
  • Jejak Cahaya di Dunia Baru [End]
  • Aneyra -after meet you
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • santripilihan
  • LUKA ALLEA
  • Santri Cool
  • REKSA: The Last Bell

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines