Dari Bullying Ke Doa

Dari Bullying Ke Doa

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2025
Mila Nur Az-Zahra adalah seorang gadis 14 tahun yang selalu merasa berbeda. Di sekolah, ia sering menjadi sasaran bullying karena sifat pendiamnya dan penampilannya yang selalu rapi dengan hijab. Setiap hari, ia harus menghadapi ejekan dan perundungan dari teman-temannya, yang membuatnya merasa terasing dan lemah. Namun, sebuah kejadian besar memaksa orang tuanya untuk mengambil keputusan drastis: mengirim Mila ke sebuah pesantren di luar kota, jauh dari lingkungan yang penuh tekanan. Di pesantren, Mila berharap menemukan kedamaian dan kesempatan untuk mengubah hidupnya. Namun, tantangan baru pun muncul, termasuk adaptasi dengan kehidupan yang serba berbeda dan peraturan yang ketat. Di tengah semua perubahan ini, Mila mulai menemukan kekuatan baru dalam dirinya, melalui doa, pengajaran agama, dan ikatan yang terjalin dengan sesama santriwati. Namun, tak disangka, takdir mempertemukannya dengan seorang anak Kiai, yang keluarganya berencana menjodohkan mereka. Mila harus menghadapi perasaan campur aduk antara menolak takdir atau menerima perubahan yang datang dengan cara yang lebih baik. "Dari Bullying ke Doa" adalah perjalanan Mila untuk menemukan kembali dirinya, kekuatan dalam kesabaran, dan kedamaian yang tak pernah ia temukan di luar sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • Dibawah Cahaya Takdir
  • Dalam Dekapan Malam
  • Bersama dalam Takdir-Nya (Tamat)
  • HIBATAN MIN ALLAH (selesai)
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • santripilihan
  • LUKA ALLEA
  • Jejak Cahaya di Dunia Baru [End]
  • Tertulis Dalam Doa

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines