Etaira | Jung Jaehyun

Etaira | Jung Jaehyun

  • WpView
    Reads 5,218
  • WpVote
    Votes 1,433
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 10 hours ago
Setelah tahu bahwa sang kekasih yang sudah satu tahun menjalin hubungan dengannya menipunya, Yoon Yuna harus menelan kenyataan pahit ketika dokter juga memvonis ibunya kini mengidap penyakit stroke. Selama dua puluh tujuh tahun dirinya hidup, Yuna tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan jadi sebegitu berat. Dengan pekerjaannya yang hanya sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan, dia tentu tahu bahwa gajinya tidak akan cukup untuk menutup semua pengeluaran yang dibutuhkan. Pikirannya seketika keruh. Perasaan cemas, takut, bingung, semuanya bercampur aduk dan hidupnya seolah kacau. Namun, di tengah rumitnya masalah yang ia hadapi, seseorang tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan tatapan matanya yang tegas. Kilatan cahaya dalam bola matanya seolah menyimpan sebuah jawaban akan harapannya yang besar. Yuna pikir, dengan meminta bantuan darinya adalah pilihan yang tepat. Sayangnya semakin jauh dirinya masuk ke dalam dunia laki-laki itu, dia salah perkiraan. Hidupnya justru berada di ambang kehancuran.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • TUAN MUDA KIM
  • About That Night
  • Bound by Desire
  • You Deserved Me, Baby!
  • IBU MERTUA ADALAH MAUT ( TAEKOOK VKOOK ) part 3
  • Nikah Muda [✔]
  • Cigarattes & Candy [Soobjun]
  • My Boss Is OverHormone🔞 (VKook END)

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines