Extra Cool :your loss

Extra Cool :your loss

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sayup-sayup hembusan angin yang mengacak-acak rambutku. Suara dentuman ombak yang bertabrakan dengan bebatuan. Kicauan burung merdu diatas langit. Ombak yang membawa air laut membasuhi kakiku. Aku terkadang berfikir. "Mungkinkah? Inikah yang dimaksud 'orang itu' tentang aku? Apa aku seburuk yang dipikirkan?" Pikiranku terus terbang terbawa oleh angin. Semua memori yang sudah usang tiba-tiba muncul dan aku tak tahu apa yang harus dilakukan. Tatapanku kosong kala itu. -...Siapa aku?
All Rights Reserved
#539
babymonster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • antah-berantah
  • ALVANSA [Completed]
  • ALENA &  ALDO
  • Dia Anggana.
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • ELANGIN
  • Misunderstanding
  • Perder El Amor

kimly Selby alyady dananta . nama yang rumit bukan? persis dengan kehidupan yang ia jalani . keluarga . teman . pacar . harta .ia punya semua itu , namun itu tak membuatnya bahagia...karena realitanya itu semua palsu. ia dikhianati dengan segala yang ia punya. berkali-kali ia berdiri ditepi rooftop , berkali -kali ia menyemangati dirinya sendiri dengan kalimat " ini bakal baik-baik aja dan semua ini bakal berlalu" . sebenarnya kalimat itu membuat ia lebih hancur karena ia membohongi dirinya sendiri, ia merasa waktu tak kan berlalu ,ia merasa bahwa waktunya terhenti disatu titik .tapi apa boleh buat?hanya itu yang bisa ia lakukan. kimly : " dunia? sepertinya dunia sudah mengutukku...sekeras apapun aku berteriak menangis memohon kebahagiaan , dunia tak akan menghilangkan kutukannya.seseorang pernah berkata padaku " inilah dunia , bukan dunia itu kejam , tapi beginilah cara dunia mendidik kita menjadi orang yang kuat " huh, meski begitu tetap saja aku membenci dunia , namun ada kalanya aku merasa bersahabat dengan dunia . itu kurasakan pada malam hari , saat aku duduk tenang dirooftop dan menangis. langit yang indah itu bagai bahu seorang ibu untuk aku bersandar dan hembusan angin itu bagai tangan lembut seorang ibu yang menepuk lembut pundakku ."

More details
WpActionLinkContent Guidelines