ALRESCA ALEXANDER MAHAPRANA

ALRESCA ALEXANDER MAHAPRANA

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 2, 2025
Rumah itu tidak lagi terasa seperti rumah. Dingin, kosong, dan hening yang menyakitkan menggema di setiap sudutnya. Sejak kepergian sang kakak, Alresca tahu bahwa keluarganya perlahan runtuh, seperti istana pasir yang dihantam gelombang. Namun, ia tak pernah menyangka bahwa kehancuran itu akan datang begitu cepat-begitu kejam. Beberapa bulan setelah hari itu, ibunya lebih sering menghilang dalam dunianya sendiri. Mata Glaras Magaret yang dulu penuh cahaya kini meredup, dipenuhi luka yang tak kasatmata. Dan ayahnya, Adipramana Dewangkara, pria yang selalu ia anggap sebagai pelindung, ternyata telah lama membangun kehidupan di luar rumah mereka. Perselingkuhan itu adalah pengkhianatan terbesar, tetapi yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa keluarganya tidak cukup berharga untuk ia pertahankan.
Todos los derechos reservados
#262
alexander
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Changes a Lot
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • dibalik alyksandr
  • Gerhana Matahari | Sudah Revisi
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido