Story cover for Deadly Sin by Kazejouzu
Deadly Sin
  • WpView
    Membaca 674
  • WpVote
    Vote 331
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 674
  • WpVote
    Vote 331
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Jan 28, 2025
Damian ingatkah saat diri ini melangkah semakin cepat dengan nafas yang semakin terengah-engah, tertangkap oleh makhluk itu, apa yang ia ucapkan? lorong gelap ini Sungguh menakutkan, mengapa mimpi itu menghantui terus-menerus, kenapa wanita itu ada di sana? aku ingin tau semua nya.
Damian pemuda dengan masa lalu kelam dengan masa depan yang dipenuhi campur tangan organisasi misterius dan berbagai iblis.

-Cerita ini hanyalah fiktif belaka (tidak berdasarkan pada kenyataan), Jangan menganggapnya lebih dari sekadar rangkaian imajinasi Kazejouzu
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Deadly Sin ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#607teka-teki
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
MR. MORGAN  oleh YunindaAnn
7 bab Bersambung
Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.
Snow oleh VarshaAruna
20 bab Lengkap
Gadis itu mencuri perhatian ayahku. Membuat ibu dan kakak perempuanku menangis. Karena itu, aku akan melakukan hal yang sama padanya. Akan kubuat dia menyukaiku, membutuhkanku layaknya heroin lalu saat ia sudah terlena, aku akan mencampakkannya. - Jackie Visnu Flohr Tugasku hanya melindunginya. Sekaligus mencari keberadaan adikku di kota ini. Jika itu yang diinginkannya, maka aku akan mengikuti permainannya. Kita lihat apa bocah lelaki yang selalu anti dengan perempuan bisa menaklukanku. - Aurel Sarasvati Kujaku Saat Aurel tiba di pulau kecil yang terkenal akan musim saljunya yang panjang, misinya hanyalah mencari keberadaan Kairav - adik lelakinya. Namun sayangnya, ia harus mendapat misi tambahan dengan menjadi pengawal Jackie yang awalnya menjadi tugas Kairav. Jackie membencinya sepenuh hati karena kesalahpahaman kecil, dan saat pemuda keras kepala itu berencana membuatnya patah hati, Aurel mengikuti permainannya. Mimpi-mimpi mengganggu tidur mereka, memperlihatkan kedekatan mereka dalam wujud yang berbeda. Mereka mengabaikannya meski penasaran kenapa mimpi-mimpi itu terus datang dan berlanjut bagaikan sebuah kenangan masa lalu. Dan akhirnya mereka pun sadar mimpi mereka serupa dengan buku dongeng buatan ibunda Aurel. Aurel tak bisa terus memikirkan hal itu karena sekarang ia harus memikirkan keberadaan adiknya. Yang ternyata sedang terlibat dalam hal paling terlarang dalam sejarah manusia. Baik dari segi moral, kemanusiaan, dan religius... Inspired: Fleur by Fenny Wong & In Death Series J.D. Robb
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
MR. MORGAN  cover
Dinding Sunyi cover
Setelah Koma cover
Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan cover
DEVOTEE DEVIL {END} ✓ cover
Dandelion cover
The Veil of Ambition  cover
Snow cover
Switch Over cover
Dua Dimensi  cover

MR. MORGAN

7 bab Bersambung

Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.