"Rindu tanpa arah, luka abadi."
~Dzeffael, 1.01
---
"Pa, kenapa nggak pernah ada waktu buat aku?" tanya Merah dengan nada terluka.
"Ayah kerja buat kamu, Merah. Kamu pikir uang itu datang dari mana?" jawab sang ayah dengan nada datar tanpa memalingkan wajah dari laptopnya.
Merah menghela napas panjang. "Kerja, kerja, dan kerja. Sampai kapan, Pa?"
"Kalau kamu nggak suka, kamu bisa tinggal sama ibumu," balas sang ayah.
---
"Merah, kamu ketua tim basket, ya? Keren banget!" kata salah satu gadis di sekolahnya sambil tersenyum penuh harap.
"Iya, makasih," jawab Merah singkat. Matanya tidak pernah mencari pujian itu.
---
"Aruna, kamu beneran nggak apa-apa?" tanya Merah ketika melihat gadis itu menangis di bangku taman sekolah.
"Aku cuma capek, Kak. Aku nggak ngerti kenapa semua orang selalu ngerendahin aku," jawab Aruna sambil menyeka air matanya.
Merah duduk di sebelahnya, menyerahkan sebotol air mineral. "Mereka cuma nggak ngerti apa yang kamu lalui. Aku ngerti, Aruna. Aku ngerti banget."
Aruna menoleh, menatap mata Merah yang penuh ketulusan. Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak sendirian.
---
"Kenapa lo bela dia, Merah? Dia cuma anak petani miskin!" bentak salah satu teman Merah.
Merah berdiri tegak, menatap mereka dengan tajam. "Gue bela dia karena dia lebih berharga daripada kalian semua."
Kelompok itu terdiam, sementara Merah menggandeng Aruna pergi.
---
Di tepi lapangan basket, Aruna memandang Merah yang sedang latihan. Hatinya berdebar, tapi ia tahu, perasaannya tidak akan pernah mudah untuk diungkapkan.
"Merah..." panggil Aruna pelan.
Merah menoleh, tersenyum hangat. "Ada apa, Aruna?"
"Nggak, cuma mau bilang makasih. Karena udah ada buat aku," jawab Aruna sambil menunduk malu.
Merah berjalan mendekat, menatapnya dalam. "Aku nggak cuma ada buat kamu, Aruna. Aku bakal selalu ada."
---
1.01 / Satu Januari ♪
Instagram: @wish4youuu_
stars ➡️ 28 Januari, 2025
finish ➡️ -
"STOP!! " teriak lea menghampiri kerumunan anak laki-laki yg sedang berantam di tengah lapangan sepak bola.
"Gue mohon stop! Please! " ucap nya sambil berjalan ke arah mereka berdua.
"Lo kenapa hah?! " tanya nya kepada kevin.
"Gue tanya sama lo sekali lagi! Lo kenapa?! " tanya nya sekali lagi.
"Gue suka sama lo lea! " balasnya sambil teriak.
Aska tidak segan segan membogem kevin hingga dia tersungkur di tanah.
"Tunggu ka. Jangan main fisik dulu" ucap lea kepada aska sambil menenangkan nya.
"Lo sadar ga apa yang lo katakan tadi? " tanya aska ke kevin. Sahabat nya sendiri.
"Bisa bisanya lo suka sama hal yg udah jadi milik orang" sambung nya sambil menahan emosi yg sudah membara dari tadi.
"Ya wajar dong, namanya juga perasaan" jawab kevin santai sambil mengusap sudut bibirnya yg keluar darah.
"Kevin.maafin gue. Ad hati yang harus gue jaga" tolak lembut lea kepada kevin sambil menggenggam erat tangan aska.
"Jadi lo tolak gue? " tanya kevin ke lea dgn santai.
"Iya"
"OKE SELAMAT KARNA ANDA SUDAH MASUK KEDALAM PERANGKAP KEVIN SETIAWAN!! HAHAHA!! " ucap nya sambil teriak dan tertawa. Emang dasar kevin. Udah greget orang dibuatnya.
"KEVIN!! " teriak semuanya yg ad dilapangan. Habisnya si kevin bikin greget.
Dan dibalas nyegiran setan oleh kevin. Sepertinya hati nya sangat senang karena menguji sahabatnya apakah dia setia atau tidak. Hehe
Σƙҽ ʂαɱραι ԃιʂιɳι ԃυʅυ ρɾσʅσɠ ɳყα ƙαʅαυ ρҽɳɠҽɳ ƚαυ ʅҽႦιԋ ʅαɳʝυƚ Ⴆιʂα ʅαɳɠʂυɳɠ Ⴆαƈα αʝα ƈҽɾιƚαɳყα. Ƙαʅαυ ɠα ʂҽɾυ ƚιɳɠɠαʅιɳ αʝα. Ɱαƙʅυɱ ƙαɾɳα ιɳι ƈҽɾιƚα ρҽɾƚαɱα ɠυҽ.