Sky Crying
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2025
Rumah adalah sebuah tempat untuk pulang. Lantas, bagaimana jika rumah yang seharusnya menjadi tempat tuk pulang dikala lara berduka, menjadi tempat duka itu kembali?. Luka yang selalu terpendam itu membuat seorang gadis defresi!. Akan kah dia kembali tersenyum, bercerita, dan kembali kepelukan nya?. Atau tak kan pernah kembali di antara ambang permukaan laut dan tepian?.
All Rights Reserved
#9
riau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Nadi - Naya Dimas [Sudah Terbit]
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • RAGA TANPA RUMAH
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Matahari Tenggelam di Atas Gelas Kopi
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Menyerah atau Bertahan?
  •  EXHAUSTING(END)
  • Kesedihan [SELESAI]

Sejak kecil, Valesta sudah belajar satu hal: tidak semua tempat yang disebut rumah benar-benar memberi rasa pulang. Berpindah dari satu atap ke atap lainnya, terluka, bertahan, dan perlahan membangun dunia kecilnya sendiri, Esta tumbuh menjadi gadis yang tampak kuat di luar, tapi retak di dalam. Saat semua orang pergi satu per satu, dan dunia seolah hanya memberinya pilihan untuk menyerah, Esta memilih melawan. Melawan sepi, luka masa lalu, ketidakadilan, dan ketakutannya sendiri. Di tengah keheningan yang panjang, ia bertemu orang-orang yang mengajarinya lagi tentang tawa, keberanian, dan cinta yang tak bersyarat. Ini adalah perjalanan tentang kehilangan, menemukan, dan membangun. Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang menciptakan rumahnya sendiri - perlahan, penuh luka, namun penuh harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines